Rabu, 30 Januari 2019

Kita halal

  cerita wattpad dari aaniitaa 123_


                                                                                PROLOG

Adiba Sakila Atmarina, yang biasa disapa diba atau adiba. Sekarang ia duduk dikelas 12 juruan MIA 1.

Saat pertama dirinya memasuki sekolah MAN ini, ada sesuatu hal yang membuatnya tertarik. Dia, ya dia kakak kelas 11 jurusan agama yang membuat diba tertarik. Dia beda, tak seperti teman-temannya yang suka bertengkar dia lebih memilih duduk di taman dan membuka sebuah buku kecil, mungkin itu adalah qur'an hafalan.

Dia ketua osis di sekolah bahkan dia juga ketua organisasi CSI atau Comunity Study Islamic dan dia juga sangat dibanggkan karena prestasi-prestasinya. Dari lomba debat bahasa arab, bahasa inggris, lomba tilawah.


BAB 1

"Cepetan dong bawa motornya bangg" ucap diba kepada kakak kandungnya.

"Yaelah dib, kan masih pagi banget nggk usah takut terlambat kamu" ucap atthar.

Atthar Mauza Satriya, lelaki berumur 20 tahun yang sebentar lagi akan menyandang gelar sanrjana itu adalah kakak kandungnya diba.

"Udah ah bangg, cepetannnn!" ucap diba.

"Iya bawell" ucap atthar.

Atthar membawanya motornya lebih cepat untuk mengantarkan adiknya ke sekolah.

"Jadi anak yang pinter ya di sekolah supaya bisa kayak abangmu ini" kekeh atthar.

"Iya bang diba sekolah dulu. Assalamualaikum" ucap diba sambil mencium tangan atthar.

"Waalaikumsalam" ucap atthar.

Wahh banyak juga yang udah disekolah, kirain aku doang yang datang di jam sepagi ini.

"Eh lo kelas 10 kan? pagi banget ke sekolah" tegur seseorang.

Diba tak tau siapa yang menegurnya kala itu, mungkin kakak kelasnya. Entah lah.

"Heyy, hello" ucapnya lagi.

"Iya" ucap diba.

"Lo kelas 10?"

"Iya aku kelas 10"

"Oke kenalin nama gw Althaf Rifqie Abrisam. Panggil aja althaf gw kakak kelas lo" ucapnya sambil menggulurkan tangannya.

Diba hanya menyambut ulurannya dengan menangkup tangan di depan dada.

"Salam kenal ka" ucap diba tersenyum.

"E...ee, nama lo siapa?" Tanya althaf.

"Adiba Shakila Atmarina, panggil adiba atau diba aja.

"Oke salam kenal dib"

"Gw mau kesana dulu ya, lo di sini aja jangan kemana-mana takutnya nyasar" sambungnya di sertai kekehan.

Diba hanya tersenyum mengiyakan.

Sekarang banyak siswa-siswi yang berdatangan ke sekolah ini. Tak lama acara ta'aruf sekolah pun di mulai.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh" ucap bapak kepala sekolah.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab semua siswa-siswi.

Bapak kepala sekolah menyampaikan beberapa peraturan di sekolah ini dan beliau menyampaikan teruntuk sisawa-siswi untuk melihat di mading sekolah dengan siapa nanti dia akan di bimbingsaat melakukan ta'aruf sekolah.

"Faham?" Tanya beliau.

"Fahammm" ucap semuanya.

Para siswa-siswi pun berlari menuju mading, diba juga mencari namanya secara teliti. Ahhh dapat!

"Athafariz Hizam Adnan Oktarian" guman diba sambil menunjuk sebuah nama.

Panjang sekali nama laki-laki ini.

Semua panitia osis mengangkat sebauh karton yang bertuliskan namanya.

"Kak Athafariz Hizam Adnan Oktarian ya?" Tanya diba pada laki-laki bertubuh tinggi itu.

"Iya panggil atha aja" ucapnya tak menatap diba sedikit pun.

Oke oke akan ku panggil atha saja.

"Oke semua sudah berkumpul?" Ucap atha.

"Sudahhh" ucap mereka yang akan di bimbing oleh atha, swmuanya terdiri dari 5 orang, 3 perempuan dan sisanya laki-laki.

"Baiklah perkenalkan nama saya Athafariz Hizam Adnan Oktarian kalian bisa panggil saya kak atha atau kak athafariz terserah kalian gimana enaknya. Nah jadi saya mau kenalan dulu dengan kalian karena tak kenal maka tak sayang" ucap atha tersenyum.

"Dari kamu yangpaling kecil" Ucapnya menunjuk diba.

Hei!aku itu nggk kecil ya!

"Nama saya Adiba Shakila Atmarina, panggil aja diba atau adiba. Terima kasih" ucap diba.

"Kamu" ucap atha menunjuk perempuan yang ada disebelah diba.

 "Nama saya Aisyah Nuha Zahira, panggil aja aisyah" ucapnya.

Setelah semua selesai perkenalan, diba dan teman-teman kelompoknya di suruh menggelilingi sekolah. Tentu saja dengan kak atha.

"Atha atha" panggil seseorang.

"Kenapa al? Ada masalah?" Tanya atha.

"Itu andi nampar syarif".

Eh ini kan si kak athaf? Eh althaf.

"Astagfirullah, kenapa lagi mereka. Kalian tunggu di sini aja dulu" ucap atha pergi meninggalkan diba dan teman-temannya.

"Adiba kamu cantik" tegur ufa, nama lengkapnya tadi jika tidak salah Ufairah Annisa.

"Semua perempuan itu cantik kok" ucap diba tersenyum.

"Kamu kaya orang arab yakan fa?" Tanya aisyah.

"Nah betul itu kamu punya keterunan arab ya?" Ucap ufa.

"Ada sih dari abiku"

"Eemmm maaf tadi saya meninggalkan kalian. Ada masalah sedikit. Eemm ayo kita keliling sekolah ta'aruf dulu biar kenal" ucap atha yang ada dibelakang mereka.

Mereka menggelilingi sekolah sambil mendengar penjelasan dari atha dia juga menceritakan masalah ekskul di sekolah ini tak hanya itu, dia juga menceritakan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah ini.

"Nah ini taman sekolah kalian bisa beristirahat dulu" ucap atha.

Mereka pun duduk di taman, diba menatap atha yang sedang membaca buku kecil sambil komat kamit. Mungkin dia sedang hafalan.

"Eh dib, atha itu ganteng ya" ucap aisyah.

"Ganteng juga abang aku dari pada dia" kekeh diba, jujur sebenarnya yang dikatakan aisyah itu adalah suatu kebenaran.

"Oh kamu punya abang ya?" Tanya ufa.

"Iya punya"

Entah kenapa melihat wajahnya diba merasa tenang, wajahnya seperti tidak ada beban. Matanya yang sayu membuat kemanisannya tak pudar.

"Udah istirahatnya? Ayo kita lanjutkan perjalanan kita" ucap atha.

Diba dan yang lain mengikuti atha sampai pada akhirnya mereka sudah selesai menggelilingi sekolah besar ini.

"Oke! Terima kasih atas perhatiannya. Saya selaku ketua osis meminta maaf jika ada suatu hal yang tidak menyenangkan entah itu dari diri saya sendiri, atau dari pihak pihak panitia. Sekian summasalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh" ucap atha menutup ta'aruf sekolah itu.

Oh ketua osis to dia.

Sekarang waktunya jam pulang sekolah, atthar bilang katanya akan lama soalnya dia hari ini sidang skripsi.

Semangat abangkuu!! Keep hamasah!

"Belum pulang?" Tanya laki-laki yang berdiri disamping diba.

"Belum" jawab diba.

"Mau dianter pulang?"

"Gausah terima kasih ka"

"Yaudah aku duluan permisi, assalamualaikum. Ucap atha dan berlalu. Ya!yang bicara dengan diba adalah atha. Sangat singkat pembicaraan mereka.

"Doorr" ucap nya.

"Wahh astagfirullah abii" ucap diba terkejut.

"Hahaha santai aja kali, sampe manggil abinya"

"Kak althaf"

"Belum pulang?"

"Belum"

"Yaudah ayo pulang bareng"

"Ga ka, terima kasih"

"Yakin nih?"

"Yakin"

"Yakin?"

"Yakin kak Althaf Rifqie Abrisam"

"Wihh masih inget nama gw haha. Yaudah gw disini aja"

"Lah katanya mau pulang?"

"Ya nggk mungkin biarin cewek disini sendirian nanti diculik gimana? Kan mubazir"

"Mubazir emang aku makanan? Ka, aku bisa jaga diri sendiri kok. Udah sana kakak pulang"

"Oke kakak ganteng di usir. Oke gw cukup tau"

"King drama"

"Hah apa tadi?"

"Gapapa"

"Beneran ni nggk mau dianter?"

"Iya yakin kak"

"Yaudah gw duluan ya soalnya masih ada urusan. Jaga diri baik-baik ya" ucap althaf senyum lalu pergi.

Dasar aneh!

●●●●●

"Pagi hari bermula kini"

"Hidup aku menyumbang bakti"

Diba dan atthar menonton upin ipin diruang keluarga, dirumah cuma ada diba dan abangnya, orangtua mereka pergi kerumah paman karena bibi mereka sedang sakit. Sebenarnya mereka 3 saudara namun adik mereka seorang santri yang mewajibkan harus tinggal di pesantren.

"Huhh lelah aku bangg" ucap diba.

"Terpuluh puluh pun" ucap atthar duduk di samping diba.

"Gimana tadi sidang skripsi nya bangg?"

"Lancar donggg"

"Kamu gimana tadi ta'arufnya? Di terima cowoknya ga? Di terima orangtua sama keluarga besarnya ga? Kapan akad? Kapan resepsi?"

"Woyy bang, aku ta'aruf sekolah bukan ta'aruf buat nikah. Abang aja sana cari cewe buat nikah. Nikah muda ga masalahkan"

"Pengen nikah sih cumann.."

"Diba tau pasti ga ada calonnya yakan? Udah abang jadi jomblo aja dulu temenin diba"

"Adikku ini paling pekaaaa" ucap atthar mencubit pipi diba.

"Abang pasti belum bisa move on kann?"

"Apaan dahh gabisa move on"

"Gabisa move on dadi kakak reihana yakan? Jujur aja sama diba"

"Abang udah move on kok. buktinya abang baik-baik aja tanoa dia, biarkan abang berkelana bersama sang ilahi untuk mendapatkan jodoh yang sepadan dengan diri ini"

"Serah lu aja jomblo"

"Ke mall yuk dib?"

"Mall? Kuy kuy, diba ganti baju dulu yess"

"Pake baju couple belian ummi ya dib, biar dikira pasangan halal"

"Siapp abanggg" ucap diba kemudian berlari ke kamarnya.

Baju couple yang dibelikan umminya diba dan atthar berwarna pink baby. Diba memakai busana muslim dengan khimar yang senada begitu juga atthar cuman gamisnya doang warna baby pink celananya dia pakai celana jeans.

 "Berangkat?" Tanya atthar.

"Berangkattt" ucap diba.

Diba dan atthar memakai motor matic pergi ke mall.

"Eh bangg" ucap diba.

"Oh iya lupa abang" ucap atthar.

Atthar melepaskan helm dari kepala diba, ya seperti itu memang dirinya dengan atthar seperti pasangan halal pada umumnya tetapi mereka kakak adek ya.

"Kita ke transmart aja bang, naik rollercoaster" ajak diba.

"Mantepp!kebetulan abang bawa kamera vlog jadi bisa ngerekam gimana wajah kamu nanti" kekeh atthar.

"Abang terlaknat!"

Diba dan atthar menuju ke transmart dan tidak perlu waktu yang lama mereka sudah ada di rollercoaster.

"Huaaa takuttt" ucap diba padahal belum dimulai.

"Say hai dulu dib" ucap atthar mengarahkan kamera ke arah diba.

"Haii aku takutt sumpahhh"

"Padahal dia yang ngajak"

"Kan cuma ngajak"

Oke dalam hitungan ke dua akan dimulai. Yang pakek kerudung diikat kerudungnya dan tas silahkan letakkan di sebelah kiri

1
.
2
.
Mulai....

"Hahaha ngakak" ucap atthar melihat rekaman vidio saat mereka menaiki rollercoaster"

"Ihh abang hapus muka aku jelek banget tau" ucap diba.

"Gamauu sekarang kita naik paris swing dib" ajak atthar.

Oke! Sekarang diba dan atthar menaiki paris swing syukurlah permainan ini tidak sengeri rollercoaster tadi tapi cukup membuat kepala diba pusing.

"Diba?" ucapnya.

Diba membalikkan badannya untuk mencari sumber suara.

"Haii kak atha" ucap diba kikuk.

"Sama siapa?" Tanya atha.

"Sama abang tadi"

"Kak atha sama siapa?" Sambung diba.

"Oh sama temen-temen tadi.

"E..ee yaudah kak, aku mau kesana dulu. permisi, assalamualaikum" ucap diba meninggalkan atha.

"Waalaikum salam"

"Apaan tu bang?" tanya diba kepada atthar.

"Rujak harga 100rb" ucap atthar.

"Masya allah mahal sekali"

"Udah makan aja"

Setelah makan rujak diba dan atthar berfoto ria memakai camera vlog, dengan posisi diba menyandarkan kepala nya ke bahu atthar dan mata tertutup dan atthar posisi menatap ke arah diba.

Cekrekk...

Satu foto berhasil diabadikan.

"Pulang yok bang, cape" ajak diba.

"Yaudah,ayo" ucap atthar.

Diba dan atthar kembali ke rumah, atthar izin langsung ke kamar buat nyalin foto dari camera ke handphone dan mau mengedit vidio.

"Yaudah entar kirim ke diba foto sama vidio yang udah di edit" ucap diba.

"Siap dibb" ucap atthar.

Setelah 30 menit pesan dari atthar muncul yaitu ngirim vidio sama foto.

"Post yang ini ah di instagram" kekeh diba.

●●●●●

"Abangg" ucap diba sambil mengetuk pintu kamar atthar.

"Apa dib?" Ucap atthar membuka pintu.

"Diba minjam novel abang dong"

"Yaudah masuk cari aja mau yang mana"

Kamar bang atthar ini seperti perpustakaan karena banyak sekali novel diba saja kalah.

"Bang diba minjam buku ini ya" ucap diba menunjukkan buku berjudul khan separuh cinta.

"Yaudah pinjem aja" ucap atthar.

"Unch abangku ini memang abang yang sangat baik diduniaaa" ucap diba sambil memeluk atthar.

"Iya bawel" ucap atthar sambil mengelus rambut diba.

Diba sangat menyayangi atthar.

Semoga aku bisa mendapatkan imam sebaik kakak ku.


BAB 2

"Wahh dib ga nyangka kita satu kelas" ucap ufa.

"Iya aku juga ga nyangka" ucap diba.

"Jadi 3 serangkai deh kitaa" ucap aisyah.

Dikelas, sedang voting suara siapa yang jadi ketua kelas, wakil ketua kelas dan lainnya.

"Adiba aja jadi wakilnya" ucap aisyah dan ufa.

"Ishh apasih aku ga mau ah" ucap diba.

"Oke adiba jadi wakilnya" ucap guru yang notabe nya adalah wali kelas di kelas diba.

"Gara-gara kalian ini" ucap diba.

Hari ini adalah hari khusus perkenalan dan ada beberapa  jam kosong tanpa di masuki guru.

Kringg....

"Udah istirahat tuh, ke kantin yuk?" Ajak aisyah.

"Okee ayooo" ucap diba.

Diba dan kedua temannya menuju kantin.

"Yahh rame banget" ucap diba.

"Yaudah kalian duduk aja, kalian mau pesan apa? Biar aku pesenin" ucap ufa.

"Aku mau roti bakar coklat, tahu crispy rasa balado, pisang keju sama minumnya es coklat deh"

"Ampun dahh banyak banget pesen nya" ucap diba.

"Kamu apa syah?" Sambungnya.

"Samain kayak diba aja deh" ucap aisyah.

"Siyapp" ucap ufa langsung ikut berdesakan untuk memesan makanan, sedangkan diba dan aisyah mencari tempat duduk.

"Hallo diba" ucapnya beserta dua temannya di belakang.

"Hai kak" ucap diba tersenyum.

"Boleh gabung ga?"

"Gimana boleh ga syah?" Tanya diba sambil berbisik kepada aisyah.

"Iyain deh" sahut aisyah.

"Silahkan kak althaf" ucap diba.

"Yeah kita dibolehin cewek cantik untuk makan bersama" kekeh althaf sambil menyengol atha.

"Serah lu jomblo" ucap atha.

Ufa datang membawa makanan yang mereka pesan tadi.

"Haha demi kalian aku rela mencium berbagai aroma disana" ucap ufa tersimbah peluh.

"Aku ngakak" ucap diba tertawa.

"Sstt sudah makan makan" ucap aisyah yang langsung melahap makanan nya.

"Kenapa cewe selalu ga bisa nahan yabng namanya makanan?" Sindur althaf.

Diba langsung menatap althaf dengan intens.

"Karena makanan membuat perut mereka kenyang" ucap atha sambil memasukkan pentol ke mulutnya.

"Setujuu" ucap diba berserta teman-temannya dengan kompak.

●●●●●

"Diba,diba" panggilnya.

Diba membalikkan badan untuk mencari sumber suara.

"Kak zanu?" Tanya diba.

"Lo diba kan?"

"Nih ada surat buat lo" sambungnya.

"Hah dari siapa?" ucap diba sambil mengambil surat dari tangan zanu.

"Gatau baca aja, gw duluan ya" ucap zanu kemudian berlalu.

Baiklah surat ini akan ku baca dirumah nanti.

"Allo adek abang tersayang, lama kah sudah menunggu?" Tanya atthar dengan motor maticnya.

"Ga kok bang, ayok pulang" ucap diba sambil menaiki motor abang atthar.

Atthar bercerita disepanjang jalan. Katanya sih dia sedang mengagumi seseorang.

"Abang mau ngelamar dia dib" ucap atthar.

"Lamar aja bang kalo abang udah siap, nanti keburu yang lain" ucap diba.

"Entar malam abang mau bilang sama ummi sama abii. Mudah-mudahan direstui ya dib"

"Aminn, diba senang jika punya kakak ipar yang muslimah apalagi kaya kriteria abang tadi pakek cadar. Beuhh diba suka banget"

 Diba sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga yang faham agama suatu nikmat yang sangat besar baginya. Diba tak pernah menemui fotonya waktu bayi tak memakai hijab, kata ayahnya memang mulai dari kecil sudah dibiasakan dan usaha tidak mengkhianati hasil, alhamdulillah diba memakai kudung sesuai syariat islam kemanapun pergi walaupun itu hanya duduk di depan rumah.

Sesampainya di rumah diba meminta izin kepada umminya untuk langsung ke kamar, entah kenapa hari ini badannya terasa sakit semua.

"oh iyaa suratt" guman diba kemudian langsung membuka tas miliknya.

Diba buka perlahan surat yang dibungkus oleh amplop putih polos. Dari siapa sih? Pake surat segala?

Untuk Adiba Shakila Atmarina

Assalamualaikum
Apa kabar dib?
Semoga kamu dalam lindungan allah ta'ala
Aku boleh jujur? 
Sejak pertama aku melihatmu aku sudah kagum, kenapa?
Karna kamu beda dengan perempuan kebanyakan, kamu cantik.
Ga hanya didalam diluar juga cantik.
Aku ingin mendekati kamu dib, tapi aku takut kamu menjauh.
Tapi tenang, aku ga bakalan deketin kamu kok.
Aku hanya ingin cinta ku seperti zulaikha dan nabi yusuf.
Saat zulaikha mengejar cinta yusuf, allah menjauhkan yusuf darinya. Namun, saat zulaikha mengejar cintanya allah, allah mendatangkan langsung yusuf kepada zulaikha.
Semoga kita nanti bertemu, salam:)
Oh ya, jangan cari identitas aku ya.

Dari: A

"Siapa ya" guman diba.

"Ah aku simpan aja buat kenang kenangan"

●●●●●

Abii, ummi, atthar, diba tengah berkumpul bersama diruang keluarga. Sesuai janjinya atthar ingin mengungkapkan keinginannya kepada orangtuanya.

"Ummi, abii. atthar suka sama seseorang nah atthar mau lamar dia" ucap atthar gugup.

"Sudah siap? Yakin?" Tanya husain selaku ayah atthar dan diba.

"Siapp bii"

"Yaudah kamu telfon dulu ayah perempuannya minta izin besok mau kerumah" ucap nadira selaku ibu atthar dan diba.

"Kawinn kawinn abang atthar mau kawinn" ucap diba terkekeh.

"Sstt orang lagi gugup juga" ucap atthar memanggil seseorang.

Wahh rupanya abang ku ini legend juga dia udah nyiapin nomor ayah dari perempuan yang dia suka.

"Assalamualaikum?"

"...."

"Saya Atthar Mauza Satriya, ingin melamar anak abii"

"...."

"Besok bisa bi?"

"...."

"Baik,terima kasih. Assalamualaikum"

"Gimana?" Tanya hisain.

Besok disuruh datang kerumahnya.

"Semoga allah merestui kalian" ucap nadira.

"Oke nanti waktu abang akad nikah diba pakai hastag #abangAttharGantiStatus" ucap diba.

"Nanti abang pakai hastag #kalauDibaKapanGantiStatus" kekeh atthar.

"Yeahh diba lamaa lagi lamaa"

Husain dan nadira hanya tertawa melihat kelakuan anak anaknya.

●●●●●

"Semangat abang" ucap diba.

"Iya doain aja dib" ucap atthar tetap fokus pada jalan.

Setelah mengatar diba kesekolah, husain nadira dan atthar berencana mau ke rumah calon istri atthar.

Uuu aku bakalan punya kakak cewe dong, pastinya ga nyeselin kayak bangg atthar!

"Diba pulang sama temen diba, jadi gausah dijemput" ucap diba kepada atthar di depan sekolah.

"Iya bawel. Doain abang ya, assalamualaikum" ucap atthar.

"Iya abangkuu, waalaikum salam"

Diba langsung menuju kelasnya, masih sepi. Yaiyalah sekarang masih terlalu pagi untuk kesekolah.

Diba menghampiri mejanya, ada sebuah kertas yang  di sana terlukis wajah diba memakai khimar dan mahkota.

Dari A

"A lagi. Eemm bagus banget lukisannya" ucap diba mengambil lukisan itu.

"Dari siapa tuh" ucap ufa dan aisyah dari belakang diba.

"Ngga tau aku"

"Dari pengagum rahasia kah?" Tanya aisyah.

"Alah mana ada yang mau jadi pengagum rahasiaku"

"Ga mungkin ga ada yang ga kagum sama diba ini" ucap ufa.

"Jangan memuji"

"Selamat pagi buat nona nona manis terutama buat kamu wahai diba yang termanis" ucap althaf di depan pintu kelas diba.

"Cieee" ucap ufa dan aisyah menyenggol tangan diba.

"Alaahh lo al, pagi-pagi udah goda cewe. Gw duluan ke kelas aja" ucap atha meninggalkan atthar.

"Woyy gw ditinggalin" ucap althaf.

"Gw ke kelas dulu ya nona nona" sambung althaf mengejar atha.

"Dasar aneh" lirih diba.

"Kamu disukai sama kak althaf ketua tim basket di sekolah kita dib" ucap aisyah antusias.

"Aku ga suka dan ga tertarik"

"Kenapa?" Tanya ufa.

"Aku suka laki-laki yang suatu hari bisa masukin hafalannya ke otakku bukan suatu hari masukin bola bakset ke dalam ring"

"Iya sih, tapi kalau kamu jodohnya kak althaf gimana?" Tanya aisyah.

"Perihal jodoh biar allah yang ngatur. Aku mau ke perpus dulu. Dahh assalamualaikum" ucap diba kemudian meninggalkan ufa dan aiiyah di kelas mereka.

"Diba itu udah cantik, penghafal quran, baik, pinter, ga sombong, rajin menabung, pinter, cantik, penghafal quran, baik, ga..."


"Kamu bicara apa lagi zikir sih syah?" Tanya ufa.

"Perasaan kata-katanya keulang gitu" ucap ufa.

"Hehehe aku sholawatan tadi fa" ucap aisyah cengar cengir sendiri.

●●●●●

"Duhh bukunya tinggi buangget"

"Eh lemari kok kamu tinggi banget? Kasihan aku yang badannya kecil"

"Nah lemari, coba kamy pikir gimana aku mau ambil buku perbandingan agama itu? Atau aku harus loncat loncat? Atau aku perlu nunggu pangeran ngambilin buku itu? Ayo jawab?" Ucap diba masih berbicara sendiri.

"Nih bukunya" ucap seseorang yang menyodorkan buku yang diba maksut.

"Kasihan kaya orang ngga waras bicara sendiri" sambungnya.

"Eh kak atha" ucap diba sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Ya allah diba maluu!!"

"Bukan salah lemarinya yang ketinggian salah kamu badan kekec.."

"Aku tau badan aku kecil kak. Ngomong-ngomong makasih banyak udah mau ngambilin bukunya" ucap diba memotong pembicaraan atha.

"Ya kecil, itu fakta" ucap atha tanpa menoleh ke diba sedikit pun.

Menyebalkan!

Hari ini semua berjalan dengan lancar, pembelajaran lancar, belanja dikantin lancar, gurunya lapar lancar otomatis jamkos juga lancar, alhamdulillah!

"Jadi kita kemana?" Tanya ufa.

"Kita ke toko buku dulu" ucap diba.

"Beli buku?" Tanya aisyah.

"Ga, beli baju pernikahan"

"Wihh ditoko buku ada jualan itu ya? Murah?" Tanya aisyah.

"Murah banget syah" ucap ufa.

"Aisyah yang namanya toko buku yakali jualan buku"

Diba, ufa dan aisyah memasuki toko buku. Diba berencana ingin membelikan buku cara membangun rumah tangga yang baik.

Hahaha aku ini adik paling peka di duniaa!!

"Mau beli buku apa emang?" Tanya aisyah.

"Adalah pokoknya" ucap diba.

"Eh syah ayo pulang" ucap ufa.

"Loh kenapa?"

"Ini ummi aisyah sama ummi aku lagi perlu bantuan deh kayaknya. Maaf ya dib jadi ngga bisa anter kamu pulang" ucap ufa.

"Yahh, yaudah. Hati-hati dijalan ya" ucap diba tersenyum.

Ufa dan aisyah meninggalkan diba ditoko buku ini. Atthar tidak bisa jemput, abinya pasti sibuk, umminya? Ngga mungkin. Selesai diba membayar buku, ia berjalan keluar dari toko ini.

Brukk.....

"Astagfirullah" ucap diba.

"Ya allah maaf dek ga liat" ucapnya.

"Iya gapapa" ucap diba sambil membereskan buku yang ia beli tadi.

"Diba?"

"Kak atha"

"Ngapain kamu disini?" Ucap diba dan atha bersamaan.

"Kamu aja duluan bicara" ucap atha.

"Ga ka. Eh aku mau pulang dulu. Permisi, assalamualikum" ucap diba kemudian berlalu dari hadapan atha.

Ya allah kenapa hamba mu ini selalu dipertemukan dengan orang itu

●●●●●

"Gimana bang, diterima ga lamarannya?" Tanya diba dikamar atthar sambil membaca buku yang ia beli tadi.

"Ta'aruf 3 hari dan selama 3 hari itu kami istokharah dulu dib" ucap atthar.

"Cie yang bentar lagi jadi suami" sambung diba.

"Ciee jadi jomblo satu satunya"

"Tunggu aja diba nanti nikah kok tapi nanti"

"Iya nanti, nunggu upin ipin lulus dari tadika mesra terus nunggu robot doraemon ada di sini"

"Jahatnya engkau wahai kakak ku tersayang yang sebentar lagi mau nikah dan ninggalin diriku yang malang"

"Sejak kapan kamu alay dib?"

"Semenjak aku diejek"

"Emang diejek apa?"

"Abangg, diba diejek. Kata kakak kelas diba ini kecil"

"Itu FAKTA" ucap atthar menekankan kata fakta

"Huh sama aja"

"Siapa yang mengejek kamu? Cowo cewe?"

"Cowok"

"Hayo, Hati-hati entar jatuh cinta"

"Jatuh cinta sebelum akad nikah itu ujian" ucap diba menyipitkan matanya.

"Yaudah suruh si cowo itu ngelamar kamu"

"Ihh gamau, kalo diba nikah sama dia nanti malah dibully teruss, iii gamau"

"Ga boleh gitu"

"Kalo jodoh ga kemana dib" ucap atthar lari meninggalkan diba dikamarnya sendirian.

"Dasar!! Ga abang atthar ga kak atha sama aja" dengus diba kesal.


BAB 3         

Hari ini adalah acara akadnya atthar dan calon isrtinya.

"Ya allah" guman atthar muter muter gajelas.

"Bang" tegur diba.

"Abang gugup dib" ucap atthar memegang kedua belah tangab diba yang munggil.

"Bawa seloww aja bangg, udah tuh diluar udah mau dimulai semangat"

Atthar menuju meja dan berhadapan langsung dengan ayah calon istrinya.

"Ya Atthar Mauza Satriya bin Muhammad Husein uzawwijuka ala ma amarollohu min imsakin bima'rufin au tasriihim bi ihsanin, ya Atthar mauza satriya bin Muhammad Husain anakahtuka wa jawwaj-tuka makhthubataka Khumaira Alifa Nabila bin Ahmad Zaini bi mahri mushaf al-quran wa alatil' ibadah halaan"

"Qobiltu nikaahahaa wa tajwiijahaa bilmahril madz-kuur haalan"

Alhamdulillah, dengan satu tarikan nafas atthar berhasil mengucapkan ikrar suci itu.

"Hallo nak" ucap seorang ibu cantik di belakang diba.

"Eh tante, mau ke depan?" Tanya diba.

"Ngga, kamu anak dari husain ya?"

"Inggih saya anak pak husain"

"Mana ibu nak?"

"Tadi ummi ada di belakang"

"Kamu cantik, percis seperti ibumu"

"Bunda..."

"Hizam sini nak" ucap beliau memanggil laki-laki yang namanya hizam.

"Siapa nama kamu nak?" Tanya ibu itu.

"Diba tante" ucap diba.

"Hizam udah kenal bun, dia adik kelas hizam di sekolah" ucap atha.

"Ya, atha!kalian terkejut? Huh apalagi diba.

Kenapa selalu bertemu dengan dia zabel dah princess.

"Okee! kalian ngobrol aja dulu. Bunda mau nyamperin nadira" ucap beliau.

"Oh jadi kamu anak om husain?" Tanya atha.

Diba hanya menggangukkan kepalanya sebab bingung. Masih memikirkan kenapa dirinya selalu bertemu dengan orang yang menyebalkan ini.

"Kaka kenapa jadi bisa kesini?" Tanya diba memberanikan diri.

"Ayah kita berteman" ucapnya tanpa menolah.

Uuuu ayah kita hahaha.

"Diba hanya diam"

"Oh ya bilangin sama bang atthar selamat udah ga jomblo lagi" ucapnya tersenyum.

Diba pengen ketawa tapi takut dosa hahaha. Diba kira dia hanya bisa nge bully orang rupanya asik juga.

"Satu lagi, jangan manggil mamaku pakek sebutan tante dia ga suka. Bunda atau mama aja" ucap atha.

"Emang kalo tante kenapa?" Tanya diba.

"Katanya terlalu tua dan sexy. Aku mau kesana, permisi. Assalamualaikum"

"Waalaikum salam"

Sexy? Ada ada aja.

Pernikahan atthar dan khumairah berjalan lancar. Khumaira yang memakai cadar putih senada dengan gaun pengantinnya. Polesan make up yang mempercantik dirinya.

"Kok teteh mau sama abang?" Tanya diba kepada khumaira di hadapan orangtua diba, atthar dan orangtua teh ara.

"Disantet ya? Sambungnya.

"Eh sembarangan kamu!" Ucap atthar melototi diba.

"Nohh hati-hati teh, ntar kali satu rumah kemungkinan daging teteh udah ga ada"

"Kenapa?" Tanya khumaira lembut.

"Tuh dimakan serigala" ucap diba menunjuk atthar.

Semua tertawa, diba merasakan seneng dengan situasi seperti ini. Ya walaupun aku berpisah sama atthar.

"Kirain teteh kamu pendiam ternyata pecicilan" ucap khumaira.

"Dia kalo sama atthar manja banget nak, jadi kamu jangan cemburu jika liat foto-foto diba sama atthar romantis kaya pasangan suami istri" kekeh nadira.

"Yeah ga bakalan diba deketin om om sudah beristri iwww" ucap diba.

"Gaada uang jajan selama satu bulan kedepan" ucap atthar.

"Yahh bang atthar" ucap diba. Ya diba mendapatkan uang jajan tambahan dari atthar walau tak terlalu banyak.

Atthar izin pamit pergi ke rumah istrinya. Sebelum atthar meninggalkan semua novelnya untuk diba, betapa senangnya hati dirinya dan meninggalkan kamera vlog nya untuk diba.

Dia bilang "kamar abang, kamera abang, buku-buku abang jaga dengan baik jangan sampai ada yang rusak. Abang titip ummi sayang abii" terus memeluk diba erat, tak diba sangka air matanya mengalir.

Aku tak mau pisah dengan laki-laki yang selalu melindungiku.

Dadah abang. Semoga sakinah mawaddah warohmah, ntar diba nyusul. Ntar tapi nya.

"Bi, berarti nanti yang antar diba sekolah siapa?" Tanya diba kepada husain.

"Abii udah beliin kamu motor nah jadi nanti kamu ke sekolah sendiri aja" ucap husain.

Motor? Ga sehat sekali.

"Emm yaudah deh bi diba izin ke kamar ya" ucap diba kemudian pergi ke kamarnya. Tepatnya kamar atthar.

●●●●●

"Ummi, abi diba berangkat ya. Assalamualaikum" ucap diba sambil mencium tangan orang tuanya.

"Iya nak, hati-hati gausah ngebut" ucap nadira.

"Habis sekolah langsung pulang" ucap husain.

"Siap komandan"

Diba menikmati pemandangan di setiap perjalanan nya. Bersholawat ria di motor biar ngga kesepian. Sesampainya di sekolah diba memarkir motornya di parkiran.

"Neng diba?" Tanya pak security itu.

"Eh iya pak sayang, kenapa?" Tanya diba sambil melepas helm.

"Ini dapat surat. Sudah ya neng bapak mau ke sana permisi" ucap beliau meninggalkan diba dengan sepucuk surat.

Selamat pagi di hari senin
Buat kamu yang selalu tersenyum menghilangkan rasa duka yang ada, selalu hadir di qolbu.
Menghibur hati di kala rindu,
Tunggu saja khitbah dari ku.
Untuk mu, dari pengagum rahasia mu.

Dari A

A?siapa kamu?

●●●●●

Diba hari ini pulang lebih sore karena ia mengikuti ekskul di sekolah. Diba mengikuti ekskul CSI atau Comunity Study Islamic.

"Nah jadi kegiatan pertama kita mau apa nih? Materi? Atau kegiatan lain?" Tanya atha. Yap! Atha dia adalah pecetus dan pemimpin dari organisasi ini. Keren!

"Penggalangan dana aja" ucap diba.

"Penggalangan dana?"

"Iya kak penggalangan dana buat lombok"

"Bisa tu ide yang bagus!"

"Baiklah nanti akan kita lanjutkan di grup ya, sekarang sudah sore waktunya pulang" sambung nya.

Diba dan teman teman yang lain pulang ke rumah masing-masing.

"Apa ini?" Guman diba mengambil sesuatu di box depan motor miliknya.

Mata,
Mungkin saja ia lupa siapa orang yang ia lihat.
Tapi hati?
Tak pernah lupa siapa orang yang ia cintai.

Dari A

Hmm hmm hmm-diba sabyan.

"Assalamualaikum" ucap diba. Memasuki rumah.

"Eh ummi abi mau kemana?" Sambungnya sambil menahan kedua orang tua nya itu.

"Paman mu masuk rumah sakit sayang. Nih jaga rumah ya" ucap nadira sambil mencium kening diba.

"Baiklah ummi, hati-hati di jalan"

Ya allah angkat penyakit paman hamba, beliau adalah orang yang baik selalu menghibur, memotivasi orang orang yang ada di sekitarnya.

Setelah selesai membersihkan diri disambung dengan solat maghrib karena sudah masuk waktunya.

"Astagfirullah" ucap diba menepuk jidat nya.

Diba langsung membuka handphone miliknya dan membuka grup Comunity Study Islamic. Rupanya sudah membagi tugas masing-masing dan diba? Dia di suruh membuat poster untuk nanti dan kebetulan diba di tunjuk sebagai wakil CSI pasti akan selalu bersama ketua, ya ketua yang menyebalkan!

Diba pun bersiap-siap memakai baju busana muslim berwarna navy senada dengan khimar nya, setelah izin dengan husain di telefon ia pun pergi ke sebuah tempat fotocopy.

"Cari apa neng?" Tanya nya.

"Karton warna biru muda sama hitam dan putih, spidol hitam, spidol merah, spidol biru, lem cair" ucap diba.

"Tunggu neng"

Setelah selesai membayar semuanya, diba langsung pulang ke rumah untuk mengerjakan semuanya.

"Oke mau dimulai dari mana?" Guman diba.

Setelah bergulat dengan gunting, lem, kertas-kertas akhirnya selesai juga tepat di jam 22.30 malam, syukur tadi sudah solat isya jadi langsung istirahat.

Diba berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, baru kemudian ia merebahkan tubuhnya.

"Selamat malam dunia" guman diba lalu memejamkan matanya.

●●●●●

Jam menunjukkan pukul 04.30, diba langsung mandi dan mengerjakan solat subuh sendirian. Ya sendirian, sama suami ntar.

"Huh ummi sama abi belum pulang?" Ucap diba.

Diba pun bersiap-siap pergi sekolah dan tak lupa ia membawa poster yang suduh dia bikin 3 jam leboh itu. Dirinya memakan roti dengan selai coklat di atasnya.

"Bizmillah..." ucap diba dan mulai pergi ke sekolah.

Hari ini tidak belajar bagi yang mengikuti kegiatan penggalangan dana. Jadi mereka membawa baju busana muslim berwarna hitam dan kerudung hitam.

"Semuanya sudah berkumpul?" Tanya atha.

"Apa aku terlambat?" Tanya fiba terengah engah, ia yang memakau baju hitam dan khimar palestina.

"Tidak, kamu datang tepat waktu" ucap atha dingin.

"Sini"

"Aku mau lihat poster yang kamu buat" ucap nya.

Diba pun menyerahkan poster yang ia buat itu, harap harap atha menyukai nya.

"Keren. Oke teman-teman ayo kita siap siap" ucap atha.

Diba memakai topi hitam yang di depannya bertuliskan kalimat tauhid. Diba dan yang lain pergi ke lampu merah untuk memintta penggalangan dana.

"Jangan berbisik, tampilkan yang terbaik. Buktikan islam agama yang damai" pesan atha kepada anggota nya.

"Siap!" Ucap mereka serentak, kemudian berpencar.

Diba mengetuk kaca mobil sedan yang di depan dirinya.

"Sumbangan nya pak" ucap diba ramah.

"Kamu muslin?" Tanya nya kepada diba.

"Inggih, saya muslim"

"Kamu cantuk sekali,saya heran kenapa wanita wanita muslim yang memakai tudung di kepala mereka terlihat cantik" ucapnya sambil memasukkan uang ke dalam kotak yang di pegang diba.

"Karena dalam islam  sangat memuliakan wanita pak. Terima kasih atas sumbangannya pak" ucap diba tersenyum.

Jam menunjukkan pukul 13.00, waktunya untuk melaksanakan solat zuhur. Setelah selesai solat semuanya berkumpul di taman masjid raya ini.

"Lelah ngga?" Tanya atha.

"Lelahh" ucap semuanya kecuali diba.

"Eh kecil kamu kenapa?" Tanya atha menatap diba diiringi tatapan yang lain.

"Maag ku kambuh" ucap diba memegangi perutnya.

"Bentar aku ambil di tas ku" ucap atha membuka tas nya dan mengeluarkan obat maag.

"Nihh" ucapnya sambil menyodorkan obat maag kepada diba.

Diba pun menguyah obat maag tadi.

"Okee teman-teman, terima kasih banyak atas partisipasi nya. Nanti biar aku sama diba yang hitung uang nya, kalian mau pulang silahkan" ucap atha.

Semuanya bergegas pulang menyisakan diba dan atha.

"Ngga makan ta?" Tanya atha.

"Udah, cuman pagi tadi makan roti aja" ucap diba.

"Belum makan siang?"

"Belom" ucap diba.

Hey! Apa dia berpikir? Aku sepanjang siang hanya di jalanan.

"Yasudah, ayo ke warung itu" ucap atha menunjuk sebuah warung makan.


BAB 4

"Pesan apa?" Tanya atha kepada diba.

"Nasi goreng sama es teh aja deh" ucap diba.

"Mbak nasi goreng 2 sama es teh nya 2 ya"

Yaelah ngikutin pesanan aku.

Tak lama datanglah pesanan atha dan diba. Tidak ada pembicaraan di antara mereka.

"Makasih banyak kak udah di traktir" ucap diba.

"Sama-sama kecil, pulang mau di anterin?" Tanya atha.

"Ga kak aku pesan gojek aja"

Atha hanya diam di samping diba, jujur dirinya rada risih dengab keadaan seperti ini.

"Kak ojek aku udah dateng, kakak ga pulang? Tanya diba.

"Oh udah dateng? Om bawa kurcaci ini hati-hati ya om" ucap atha terkekeh sambil bicara dengan ojek diba itu.

Heii! Kurcaci?

Atha pergi dengan motornya, sedangkan diba pulang dengan ojek itu.

"Makasih om" ucap diba di depan rumah.

"Sama-sama neng" ucap beliau tersenyum.

●●●●●

Sekarang sudah jam 09.30 malam, diba duduk di balkon kamarnya sambil membaca buku.

"Kaloo gini jadi kangen bang atthar" guman diba.

Tiba-tiba diba berlari ke kamarnya untuk mengambil kamera vlog milik atthar yang diwariskan untuk diba. Diba pun membuka foto-foto dan vidio-vidio mereka.

"Iiii menggelikkan" kekeh diba.

Semenjak atthar menikah, diba merasakan kesepian. Gaada teman buat curhat, gaada teman buat bertengkar.

"Sayang" ucap beliau.

"Eh ummi? Astagfirullah diba terkejut" ucap diba.

"Kenapa belum tidur? Duduk di balkon lagi ntar kamu sakit" tegur nadira.

"Ga ngantuk umm"

"Tidur gih, besok kesiangan loh" ucap nadira mengelus kepala diba yang tertutup hijab.

"Siap ummii" ucap diba dengan tangan yang bergaya hormat.

Nadira hanya tersenyum melihat sikap diba seperti itu. Kemudian beliau meninggalkan diba di balkon sendirian.

Kalo inget cerita atthar sama istrinya itu bikin diba iri.

"A" guman diba.

Ya, si 'A' siapa? Kenapa dia selalu mengirimi surat? Dari kelas mana dia?

Hei malam,
Bolehkah aku bertanya?
Tentang hati yang sedang dilema.
Aku tidak tau siapa dia,
Yang berkata ingin mengkhitbah ku suatu saat nanti.
Apa aku harus percaya?
Atau aku harus bersikap biasa saja?

"Ahhgg" ucap diba frustasi.

Diba kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya di ranjang. Menatap langit-langit kamar dengan sejuta angan-angan.

Akhirnya diba terlelap dalam tidurnya. Mimpi akan di mulai dan hari baru akan tiba.

●●●●●

"Diba berangkat umm,abii" ucap diba sambil mencium tangab kedua orang tuanya.

"Assalamualaikum" ucap diba kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata.

Sesampainya di sekolah, diba pergi ke kelas dan mendapati sahabat-sahabatnya ufa dan aisyah.

"Kenapa?" Tanya diba kebingungan.

"Ciee dapat suratt" ucap aisyah.

"Eh sini" ucap diba langsung mengambil surat yang berada di tangan aisyah.

Karena malu diba langsung pergi ke perpustakaan alasan ada buku yang dicari. Padahal gaada!

Diba mendapati di perpustakaan seseorang yang ia kenal sedang membaca qur'an dengan merdunya. Diba tatap dengan seksama, orang yang menyebalkan itu ternyata tampan juga.

"Ahh apasih dib" ucap diba menggeleng-gelengkan kepala nya.

"Kalo mau masuk masuk aja gausah sembunyi kayak maling" ucap seseorang di dalam perpus.

Mati! aku ketahuan kah?

Aku tercyydukkk

Diba memasuki perpustakaan dan langsung mencari buku. Ya ngga tau buku apa.

"Ngapain kamu sembunyi di situ?" Tanya atha.

"Ga sembunyi ko" ucap diba.

Atha mengangkat alisnya sebelah.

Diba langsung menghindar dari atha dan pergi meninggalkan perputakaan itu.

"Dibb" panggil nya.

"Kak althaf? Ada apa kak?" Tanya diba.

"Ahh gapapa cuma manggil aja kok"

Diba hanya ber-oh ria. Sepanjang perjalanan althaf mengikuti dirinya.

"Emm...katanya lo ikut ekskul CSI ya?" Tanya althaf.

Diba hanya mengganguk.

"Kenapa ga masuk yang lain aja?"

"Ga tertarik"

Diba tidak suka jika dirinya terlalu di ikuti seperti ini. Diba risih!

"Oh yaudah sih, nih gw cuma mau ngasih ini" ucap althaf sambil memberikan diba coklat.

"Ah tidak usah ka, makasih" ucap diba langsung memasuki kelas.

"Kenapa kamu?" Tanya ufa.

"Gapapa kok"

●●●●●

"Dahh, assalamualaikum" ucap diba pulang lebih dahulu.

Diba melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata. Sesampainya di rumah diba langsung ke kamar untuk berganti pakaian.

"Ummi, diba mau ke supermarket ya ada yang mau diba beli" ucap diba.

"Iya sayang, hati-hati" ucap nadira.

Diba pergi ke supermarket sendirian, iya sendirian, ntar sama suami. Diba membeli selai cokelat kacang, susu ultramilk rasa cokelat, dan beli cemilan lainnya.

Setelah selesai membayar belanjaan nya tadi, diba pergi ke tempat parkir.

Brrukk.....

"Astagfirullah de, maafin teteh" ucap nya.

"Gapapa teh, gaada yang rusak juga" ucap diba sambil memeriksa belanjaannya tadi.

"Kalo ada tang rusak biar teteh gantiin"

"Ah gausah teh ngerepotin, permisi teh"

●●●●●

"Assalamualaikum tante" ucap nya.

"Waalaikumsalam, maaf cari siapa nak?" Ucap nadira.

"Ada diba nya tan?"

"Oh kamu teman diba ya? Yaudah masuk dulu. Tadi diba nya ke supermarket.

"Inggih tan"

"Jangan panggil tante, ummi aja"

Althaf memasuki rumah diba, dia berada di belakang nadira, kemudian dia duduk di sofa.

"Ummi buatin minum ya nak. Tunggu aja diba nya paling bentar lagi pulang" ucap nadira.

"Siapp umm" ucap althaf.

"Assalamualai...kumm ummi" ucap diba terbata-bata.

Kak althaf? Ngapain ke sini?

"Waalaikumsalam, sayang ini ada teman kamu" ucap nadira sambil membawakan minum ke arah althaf.

"Ngapain ke sini?" Tanya diba kepada althaf setelah nadira pergi ke dapur.

"Ga boleh gitu silaturrahmi?" Tanya althaf.

"Boleh sih, cuman ya kan kaka sering ketemu sama aku di sekolah ga perlu juga datang ke sini"

"Gapapa kali mau silaturrahmi sama calon mertua"

Dasar lelaki gombal! Payah.

"Lo anak tunggal?"

"Punya kakak kok, tuh foto nya" ucap diba sambil menunjuk foto di dinding.

"Siapa tu cewe yang nyender sama dia?"

"Itu aku"

"Oh kamu, gajelas sih dari sini"

Rabun ya?

"Gw cuma mau ngasih ini nih, please terima yaaa" ucap althaf.

"Apa ini?" Tanya diba sambil membolak balikkan kotak yang diberikan althaf.

"Gw mau pulang, nah baru lo buka. Oke gw pulang ya"

"Ummi, althaf pulang ya nanti main ke sini lagi kok ntar bawa ayah sama bunda"

"Assalamualaikum diba" sambung althaf menatap diba.

Waalaikumussalam

Diba hanya menjawab dalam hatinya. Setelah althaf benar bener pergi ia langsung pergi ke kamar untuk membuka kotak pemberian althaf tadi.

"Mawar dan coklat?" Guman diba

"Aku ini mau nya di beri mahar dan di akad" sambungnya.

"Ciee dapat apa tuh" ucap nadira di ambang pintu.

"Nih umm, dapat mawar sama cokelat baut ummi"

"Eh ngga buat kamu?"

"Ngga umm, ini buat ummi" ucap diba memberikan mawar dan cokelat kepada nadira.

"Yasudah lah kalo memang buat ummi" ucap nadira pergi sambil membawa pemberian dari althaf.

●●●●●

"Di terima diba?" Tanya nya.

"Gw ngga nembak dia, dia sangar banget sih" ucap althaf.

"Al, cewe kaya dia tuh mau nya di halalin bukan di pacarin apalagi cuma mau di mainin"

"Ya ga mungkin kali gw halalin dia"

"Kenapa ga mungkin?"

"Gw aja belum kerja dan gw gatau dia suka sama siapa"

"Yaudah perjuangin lewat doa"

"Kalo ngga di satuin?"

"Mungkin ada yang lebih baik. Selalu husnudzhon sama allah"

Althaf meng-iyakan ucapan atha.

"Gimana nanti gw tunangan aja dulu sama diba?" Ucap althaf.

"Tunangan?" jawab atha.

"Iya ngga akad dulu hanya sebatas tukar cincin gitu"

"Hei bro, nikah itu bukan hal main-main. Kasian juga cewe ngga di beri kepastian" ucap atha menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan sahabt qarib nya itu.

"Cinta dalam diam aja bro, bawa selow lah" ucap atha.

"Lo enak orang yang lo suka dekat sama lo" ucap althaf.

"Haha terlalu dekat"

"Kapan lo mau ngasih tau orang yang lo suka? Mulai dari dulu ngga pernah pernah bilang sama gw.

"Nanti lah, lo tunggu tunangan nya aja"

"Yaudah cepet cepet nikah sono gw restuin dah"

"Mending main fifa aja al, bosen gw duduk di sini"

"Wihh tumben lo mau main playstatin, biasa juga nolak mentah-mentah"

"Cepetan sebelum gw berubah pikiran" ucap atha mendorong althaf.

●●●●●

"Ih soswet banget sih kak uni sama bang ilyas ini" kekeh diba sambil melihat video di akun instagram kak @unialfi.

Tokk...tokk...tokk

"Huaaaa abwangg" ucap diba berlari menuju ambang pintu untuk memeluk atthar.

"Alay" ucap atthar mengusap wajah diba dengan tangan nya.

"Jahatt bangett"

"Abang cuma bentar, nih mau ngasih oleh-oleh buat kamu" ucap atthar sambil menyerahkan sebuah bingkisan kepada diba.

"Apanih isinya?"

"Calon suami yang soleh. Yaudah sayang abang pulang ya assalamualaikum" ucap atthar mencium kening diba.

"Iya abang sayang waalaikumussalam"

Diba pun membuka bingkisan dari atthar dan ternyata sebuah buku. Buku yang berjudul menjadi istri yang sholehah.


BAB 5

Itu merupakan kejadian 2 tahun yang lalu, dimana diba masih kelas 10 dan sekarang? Ia sudah menduduki kelas 12 dan tepat hari ini adalah hari kelulusan nya.

"Tetap istiqomah ya dib" ucap aisyah memeluk diba di susul ufa.

"Bakalan kangen sama kaliaann" ucap diba membalas pelukan mereka.

"Tetap istiqomah sama cadarnya ya sayangg" ucap ufa.

Ya semenjak naik ke kelas 11 diba mulai istiqomah memakai cadar.

"Kalian juga tetep jaga solat 5 waktunya jangan sampai telat" ucap diba.

●●●●●

Pagi ini pagi pertama kali diba memasuki perkuliahan.

Gugup ya allah!

"Kamu tau ngga katanya presiden BEM kita masih gantengg dan muda" ucap mahasiswa baru di belakang diba.

"Wihh harus gw dapetin" sahut teman nya.

Setelah pembukaan ospek di mulai sekarang waktu nya istirahat, alhamdulillah bisa makan mulai tadi udah bunyi aja ni cacing di dalam perut.

Diba membawa nampan berisi makanan dan minuman, emm yummy!

Brukk....

"Astagfirullah" ucap diba terkejut sebab air minum nya mengenai cadar dan baju milik nya.

"Astagfirullah, maafin saya. Saya ga lihat" ucap nya.

"Iya gapapa" ucap diba sambil membereskan makanan yang berserakan.

"Sini saya bantu" ucap laki-laki itu membantu diba membereskan makanan itu.

"Gausah gausah udah beres" ucap diba kemudian berdiri.

Diba langsung meninggalkan laki-laki tadi. Bahkan tak sempat mematap mata nya.

Diba makan sambil menatap foto-foto kebersamaan nya dengan aisyah dan ufa. Rindu sekali! Alhamdulillah mereka sudah masuk ke universitas impian mereka.

"Lulus bersama dan sukses bersama" guman diba sambil menatap foto-foto sahabat nya.

"Permisi" ucap nya.

"Boleh saya makan di sini?" Tanya nya.

Diba menatap matanya.

Seperti nya aku kenal tapi? Tapi siapa?

"Silahkan" ucap diba membolehkan, terpaksa karena kantin sudah banyak pengunjung nya.

"Maaf jika saya menggangu makan siang mu"

"Kamu yang saya tabrak tadi kan? Maafkan saya ya" ucap nya.

Ya allah!

"Kak atha"? Ucap diba.

"Kamu kenal saya?" Tanya nya.

"Kamu kak atha kan?"

"Iya saya atha, tunggu-tunggu kamu kok kenal saya? Bukan kah kamu mahasiswa baru?

Mungkin sudah lama mereka tidak berjumpa dan ia tidak mengenali diba si wanita bercadar ini.

"Sudah saya mau makan" ucap diba mengalihakan pembicaraan.

Atha hanya kebingungan, siapa perempuan yang mengetahui namanya ini?

"Siapa nama kamu?" Tanya atha.

"Cari saja nama saya di jurusan pendidikan bahasa arab, saya permisi"  ucap atha meninggalkan atha sendirian di meja makan.

Hari ini masih belum memulai pelajaran. Jadi, diba  memilih untuk ke perpustakaan kampus ini.

 "Sudah hampir 3 tahun belakangan ini aku hanya tumbuh tinggi sedikit" dengus diba.

"Aku sangat perlu buku ituu" sambung nya.

"Nah" ucap nya sambil menyodorkan buku yang diba perlukan tadi.

"Gw ga nyangka bisa satu universitas lagi sama lo" sambung nya.

Heii! Lelaki ini?

"Kak althaf" ucap diba.

"Baguslah lo masih inget sama gw " ucap althaf tersenyum.

"Jadi kakak kulaih di sini juga? Sama kak atha?"

"Iya gw sama atha mutusin buat kuliah di sini. Dia jurusan tafsir hadis sedangkan gw jurusan fiqih"

"Hei broo berduaan terus dah lo sama cewe" kekeh nya.

"Eh atha, lo inget ga sama dia?" Tanya althaf menunjuk diba.

'"Siapa?" Tanya atha.

"Maafin atha dib, dia sekarang kebanyakan pikiran sampai lupa sama adik kelas nya sendiri" kekeh althaf.

"Dib? kamu diba?" Tanya atha.

Diba hanya menggangukkan kepala nya.

Woyy woyy selametin aku dari kakak cogan ini.

"Ya allah berarti kamu yang aku tabrak tadi? Kenapa ga bilang?" Ucap atha.

"Eh yaudah diba mau keluar, permisi assalamualaikum" ucap diba meninggalkan atha dan althaf.

Diba berjalan di karidor kampus untuk menuju taman yang berada di belakang kampus ini.

"Memang dunia ini sempit, ternyata aku satu universitas lagi dengan angkatan yang dulu" ucap diba.

"Andai aja ufa sama aisyah ada di sini pasti aku di ejek" sambung nya.

"Eh kecil" tegur nya.

Diba membalikkan badan nya untuk mencari sumber suara.

"Ga nyangka kamu kulaih satu universitas sama aku" kekeh nya.

"Kak atha, jangan panggil aku dengan gelaran itu lagi. Nanti aku di doain malaikat jadi kecil selama-lamanya loh gimana?" Ucap diba kesal.

"Biarin, biar kan ada yang sayangg"

"Iya orang tua aku yang sayang"

"Aku cuma mau minta nomor wa kamu kok"

"Buat apa?"

"Buat sharing-sharing"

Diba memberikan nomor wa nya kepada atha dengan syarat jangan chat diba kalo ga ada kepentingan sama sekali.

"Oke. aku mau kesana, permisi. Assalamualikum" ucap atha kemudian meninggalkan diba di taman"

Gaada ubah nya ya si kak atha tetep aja nyebelin! Tapi dia tambah ganteng sih.

●●●●●

"Azamm" ucap diba.

"Azaammmm"

"Apaa aa kuh sayangg" ucap azzam mentap diba, yap azzam dia adik diba yang duduk di bangku kelas 11 sma.

"Laperr"

"Makann"

"Beliin aa siomay ya?"

"Hmm yaudah beli berapa ribu?"

"10 ribu deh"

"Siapp aa kecil ku sayangg" ucap azzam berlari meninggalkan diba.

●●●●●

"Bangg siomay 10 ribu" ucap diba.

Ya, diba ga jadi nyuruh azzam sendirian membelikannya siomay. Diba ikut dengan nya!

"Kamu masih pacaran sama naya?" Tanya diba kepada azzam.

"Aku ga tau aa. Naya nya cuek sama aku dia lagi deket sama laki-laki lain" ucap azzam.

"Haha azzam, mending kamu putusin dia. Nanti kamu juga yang nyesel"

"Iya sihh"

"Kan ummi sama abii udah bilang, pacaran itu haram mau kepepet pun itu haram" ucap diba menekan kata haram.

"Yaudah azzam coba telfon naya dulu" ucap azzam sambil mengambil telpon nya.

"Hallo?"

"....."

"Maaf nay, maaf banget. Aku pengen kita udahan aja"

"....."

"Iya aku tau kita udah pacaran 5 tahun, tapi rasanya memang aku haru ninggalin kamu"

"....."

"Baik, ketemuan di cafe biasa aja"

Tutt....

"Makasih bang" ucap diba mengambil siomay miliknya.

"Naya ngajak ketemuan aa, mau minta penjelasan katanya" ucap azzam sambil memegang rambutnya.

"Yaudah aa temenin. Biar aa yang jelasin kenapa kamu jadi putusin dia" ucap diba memegang bahu azzam yang lebih tinggi dari dirinya.

Azzam tersenyum hangat kepada diba. Diba faham bagaimana rasanya patah hati, sangat sangat faham.

Sesampainya di cafe yang ingin di tuju, azzam.mencari keberadaan naya.

"Nah itu naya aa" ucap azzam menunjuk perempuan berambut curly.

"Yaudah ayo samperin" ucap diba yakin memegang tangan azzam.

"Hai nay" ucap azzam.

"Assalamualaikum naya" ucap diba.

"Eh ada kak diba, waalaikumussalam" ucap naya.

Diba dan azzam duduk bersebelahan, azzam sangat erat memegang tangan diba. Diba menatapnya yakin, jika kamu ninggalin sesuatu karena allah, yakinlah allah akan mengganti yang lebih baik dari pada sebelum nya.

"Yaudah kalian bicara aja" ucap diba memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.

"Naya aku pengen putus" ucap azzam yakin.

"Apa alasan kamu mutusin hubungan kita selama 5 tahun ini zam?" Tanya naya.

"Aku ngga mau lagi terjebak lagi dengan hubungan yang tidak di restui allah ini"

"Kita tau pacaran itu haram kenapa kita tetap menghalalkan nya? Maafkan aku nay"

"Aa, ayo kita pulang" ucap azzam sambil menarik tangan diba untuk pulang.

"Kamu duluan zam" ucap diba.

Azzam hanya mengganguk dan pergi meninggalkan diba terlebih dahulu.

"Naya" ucap diba.

"Kaka, kaka pasti tau rasanya di tinggalin orang yang kita sayangkan?" Isak naya.

"Naya inilah kenapa allah mengharamkan yang nama nya pacaran. Ujung-ujungnya kayak gini patah kan rugi. Terutama pihak perempuan"

Naya menatap mata diba lekat, diba merasa kasian dengannya tapi tidak mungkin juga menyuruh azzam meneruskan hubungan yang sudah pasti tertulis di al-qur'an tentang keharaman nya.

"Kamu belajar, belajar berubah menjadi lebih baik lagi, jadi muslimah yang cantik" ucap diba.

"Yaudah, kaka pulang ya kemaleman ntar. Nanti kalo mau pulang hati-hati ya. Assalamualaikum" ucap diba.

"Iya kak waalaikumsalam" ucap naya menghapus air mata.

Diba pun pergi meninggalkan naya dan menghampiri azzam di parkiran.

"Ayo pulang" ucap diba.

Azzam hanya menggangukkan kepala, diba tau dia juga pasti sedih. Naya adalah seseorang yang sangat dia sayangi.

"Sabar aja zam, yang baik akan datang kok. Percaya sama janji allah" ucap diba.

Azzam tersenyum kepada diba, ah anak muda sekarang wkwk.

●●●●●

"Ummi, abii aa kuliah ya. Assalamualaikum" ucap diba setelah menyalami mereka.

"Iya waalaikumsalam aa, hati-hati ya" ucap nadira.

Diba pun pergi menuju kampus memakai motor scoopy miliknya. Ia lajukan dengan kecepatan rata-rata.

"Alhamdulillah sampai juga" ucap diba sambil melepas helm miliknya.

Dia berjalan santai di karidor sambil melihat mahasiswa berlalu lalang.

"Woyy" teriaknya.

"Astagfirullah" ucap diba mengelus dadanya.

"Kak althaf ih, suka banget ngagetin orang" ucap diba tanpa menatapnya sedikit pun.

"Hey ayolah dib, gw cuma bercanda kok" kekeh althaf.

"Hmm baiklah, diba mau masuk kelas" ucap diba meninggalkan althaf.

"Eh tinggu" ucap althaf mencegat diba.

"Kenapa kak?"

"Gapapa deh ga jadi, silahkan masuk ke kelas putri. Semangat belajar nya"

Diba hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan althaf.

Dasar aneh!

"Hai ukhti? Nama kamu siapa?" Ucap laki-laki memakai kacamata di samping diba.

Diba tak meresponnya, menurutnya ukhti itu untuk semua perempuan islam ga mesti memakai cadar atau memakai baju syar'i.

"Ukhti" ucap nya.

"Huhh heii kamu yang memakai cadar" sambung nya lagi.

Kali ini diba baru mentapnya.

"Anda manggil saya?" Tanya diba dingin.

"Iya siapa lagi?"

"Siapa nama kamu ukhti?" Sambung nya.

"Ismi adiba shakila atmarina, panggil aja adiba atau diba. Maaf sebelumnya, jangan memanggil ukhti untuk wanita bercadar aja. Ukhti itu panggilan buat saudara ku perempuan entah memakai cadar atau tidak"

"Nama ku muhammad akmal maulana, panggil aja akmal" ucap laki-laki berkacamata itu.

Diba hanya menggangukkan kepala. Dan kalian tau tak tau tak?

DOSEN NYA NGGA DATANG!!!

Killer banget dah. Diba pun meninggalkan kelas nya dan menuju taman. Ngga tau mau cari angin aja lah.

"Ekhemm" dehamnya.

"Dib" tegurnya.

Diba pun mengalihkan penglihatannya untuk menuju kepada sumber suara itu.

"Gw cuma mau ngasih surat ini" ucap akmal.

"Oh yaudah, makasih" ucap diba sambil mengambil surat yang ada di tangan akmal.

Akmal pun meninggalkan diba di taman, perlahan-lahan diba membuka surat itu.

Assalamualaikum diba? 
Semoga kamu selalu dalam lindungan allah
.
.
.
.

"Hah?" Ucap diba kaget.

"Ngga salah" sambung nya.


BAB 6
                              
"Hah?"

Aku terkejut mendapat surat yang mana si pengirim ingin mengkhitbah ku.

"Dari A? Siapa sih mulai dulu ga pernah ketemu dan ga pernah ke bongkar gitu" ucap ku.

●●●●●

Sore itu aku pulang ke rumah.

"Hah" ucap ku melongo di depan pintu.

"Eh aa, ayo duduk di sini" ucap abi.

"Om, tante kedatangan ke sini tak hanya mau silaturrahmi tetapi ingin melamar anak putri kalian" ucap atha.

Yes!atha

"Kami selaku orang tua selalu merestui, tapi semuanya tergantung diba" ucap abi.

"Aa gimana mau di terima?" Tanya abi kepada ku.

"Izinkan diba untuk beristikharah dulu bi" ucap diba menunduk.

"Apapun keputusan diba nanti, insya allah akan saya terima" ucap atha.

Woii woii jadi yang selama ini ngirim surat puitis itu kak atha? Wahh ga nyangka kirain althaf *ehh.

●●●●●

Detik demi detik berlalu, menit berubah menjadi jam, jam berubah menjadi hari. Sudah hampir satu minggu aku beristikharah.

"Aa, gimana lamaran atha di terima?" Tanya ummi.

"Insya allah jika allah mengizinkan diba menerima umm" ucap ku.

"Yaudah ntar ummi bilangin abi" ucap ummi tersenyum.

Aku berjalan di karidor kampus memakai baju busana muslim dengan warna baby pink dengan khimar + cadar yang senada.

"Hellowww nona" sapa nya.

Aku mempercepat langkah ku.

"Diba" panggil nya.

"Dibaaa"

"Masya allah sombongnya" ucap althaf.

Aku hanya terkekeh mendengar perkataan althaf. Aku hanya ingin menjaga perasaan calon suami ku, toh besok kami akan akad nikah. Doakan ya!

"Kay" ucap ku.

"Kaylaa"

"Apa sayang?" Ucap kayla, kayla nadira sahabat ku di kampus.

"Besok aku nikah hihihi" ucap ku berbisik kepada kayla.

Kayla langsung menutup mulutnya.

"Sudah besok datang ya ke rumah mau akad" ucap ku.

"Sama siapa?" Ucap kayla berbisik.

"Presiden BEM" ucap ku.

Kayla menatap ku tidak percaya. Presiden BEM? Yang tampan, tinggi, suara bagus, hafalan banyak? Uh beruntung sekali.

Ya allah,
Terima kasih sudah menghadirkan sesuatu yang aku bahkan tidak menyangka sama sekali
Lancarkan lah ya allah.

●●●●●

POV ATHA

Undangan yang tertera namaku dan nama diba sudah tersebar.

"Udah hafal belum tha ijab nya?" Tanya sahabatku, althaf.

Aku merasa bersalah telah menikung althaf. Tetapi, semua ini althaf juga yang menyuruh. Dan aku memang menyukai diba sejak awal masuk ke sekolah itu!

●●●●●

"Atha, ayo udah mau di mulai acara nya" ucap althaf.

"Maafin gw bro" ucap ku.

"Gw tau lo cinta dan suka sama dia dari dulu, gw yang salah. Gw ga peka sama sahabat gw sendiri" ucap althaf.

Aku tersenyum mendengar penuturan althaf. Aku berjalan menuju meja yang telah di sediakan. Keringat dingin membasahi wajah ku. Hati berdegup kencang saat melihat wajah laki-laki yang selama ini selalu menjaga diba.

"Ya athafariz hizam adnan oktarian bin muhammad adnan uzawwijuka ala ma amarollohu min imsakin bima'rufin au tasriihim bi ihsanin, ya athafariz hizam adnan oktarian bin muhammad adnan anakahtuka wa jawwaj-tuka makhthubataka adiba shakila atmarina binti muhammad husain bi mahri mushaf al-qur'an wa alatil ibadah halaan"

"Qobiltu nikaahahaa wa tajwijahaa bilmahril madz-kuur halaan"

Alhamdulillah.

POV DIBA

Alhamdulliah, dengan lancar dan lantang ia menjawab ijab qobul itu tanpa ada kesalahan.

"Ayo keluar suami kamu nunggu loh" ucap kaylaa.

Aku menatap kayla haru, aku berjalan memakai gaun putih lengkap dengan cadar yang senada untuk mendatangai suami ku.

"Selamat dek" tegur atthar, ya alhamdulillah abang bisa hadir ke acara luar biasa ini. Azzam? Sayangnya ia tidak bisa datang karena sedang pesantren, baru malam tadi kami telphonan dan dia menyesal tidak bisa hadir.

Aku menatap mata atha, mata yang menampilkan cinta yang tulus.

"Cium kening nya woyy cium" teriak seseorang, siapa lagi kalau bukan althaf.

"Kak althaf ni bisa aja" ucap ku terkekeh.

"Udah halal jugaa" ucap kayla menggoda ku.

Hampir 10 menit aku malu-malu dengan atha, akhirnya ia pun mencium kening ku. Ahh malu deh hihihi.

       ~TAMAT~






































27 komentar:

  1. Bisa untuk ngisi waktu luang nih kak👍🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau bisa mengisi waktu luang nya kakak

      Hapus
  2. Terharu kakak
    Makasih dah ngehibur :)

    BalasHapus
  3. Suka kak, dilanjut yaa kak karyanya

    BalasHapus
  4. Dari judulnya aja,kayak kek gimana gitu

    BalasHapus